Monday, August 18, 2014

Ibu Berhenti Bekerja

Ibu berhenti bekerja
Ibu bekerja bukan hal yang aneh lagi pada jaman sekarang. Banyak faktor yang menyebabkan seorang ibu bekerja, mulai dari faktor ekonomi sampai faktor bawaan dimana seorang ibu tersebut sebelum menikah telah mempunyai pekerjaan yang layak. Namun, banyak juga ibu berhenti bekerja adalah karena mereka ingin fokus untuk mengurusi pekerjaan rumah tangga. Pekerjaan rumah tangga tersebut meliputi beberapa hal yang bersangkutan dengan pendidikan anak, keadaan rumah dan ingin lebih menjadi sebagai “pelayan mulia” dalam kehidupan berumah tangga. Keputusan untuk berhenti bekerja pada umumnya sudah menjadi hasil diskusi antara suami istri sehingga kehidupan rumah tangga mereka tetap berjalan dengan baik. Salah satu kasus terjadinya pertikaian rumah tangga adalah dimana suami istri sering saling menyalahkan dalam mendidik anak karena kedua belah pihak terlalu sibuk bekerja.

Suami istri yang lelah bekerja akan terganggu emosinya apalagi jika pekerjaan tersebut memiliki tekanan yang sangat tinggi. Anak adalah korban dari emosi yang orang tua sedang rasakan sehingga ada ketidakseimbangan dalam sistem pembentukan sebuah keluarga yang harmonis. Pengalaman ibu berhenti bekerja ini pernah dirasakan oleh seorang ibu yang memiliki karir cemerlang. Dia rela mengorbankan karirnya hanya untuk mengurus keluarga karena semasa ia bekerja ada ketidakberesan dalam kehidupan rumah tangganya. Terkadang seorang suami sering menuntut seorang wanita untuk tetap fokus untuk mengurusi pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak-anak, sehingga apabila hal ini dirasakan oleh wanita bekerja maka ia akan merasakan 2 kali tekanan dari luar dan dalam.

Kehidupan seperti itu akan memicu pertikaian antara suami istri dan terjadi pertengkaran terlebih lagi bila anak mereka mengalami masalah di sekolah atau di lingkungan tempat tinggal. Ibu berhenti bekerja ini harus dilihat sebagai hal positif bagi ibu-ibu yang lain. Jangan pernah beranggapan jika ibu yang berhenti bekerja karena ingin merasa enak-anakan dan bersantai dirumah. Mereka pastinya memiliki alasan khusus mengapa para ibu tersebut memutuskan untuk berhenti bekerja, yaitu antara lain ingin fokus menyeimbangkan kehidupan rumah tangga serta menyediakan seluruh bentuk kegiatan rumah tangga seperti pendidikan anak dan menjadi seorang pengasuh perkembangan anak.

Ibu Bekerja Gagal Mendidik Anak

Ibu bekerja gagal mendidik anak
Ibu adalah orang yang berperan aktif dalam mengajarkan nilai-nilai keagamaan, pendidikan, sosial budaya dan lain sebagainya. Mengapa? Karena seorang ibulah yang memiliki kedekatan dengan anaknya. Bagaimana jika kejadiannya seorang ibu tidak memiliki waktu sama sekali untuk berkumpul bersama buah hatinya? Tentu akan berdampak pada anak tersebut antara lain menjadi tidak teratur, kurang kasih sayang sehingga menjadi buruk perilaku si anak. Oleh sebab itu ibu bekerja gagal mendidik anak itu seringkali terjadi dan berdampak sangat buruk.

Seorang ibu yang berkarir atau berprofesi biasanya akan memiliki sedikit waktu dan bahkan jarang mempunyai waktu untuk bersama anak. Hal itu disebabkan orientasi ibu hanya berpusat pada pekerjaan untuk mencari uang saja, sehingga berdampak pada anak sering tak terurus dengan baik. Akibatnya ada anak yang mengalami putus sekolah, atau lulus sekolah dasar namun tidak melanjutkan sekolah karena orang tua terutama ibu tidak pernah bersamanya untuk memberikan pengajaran-pengajaran penting baik mengenai religi, edukasi maupun sosial. Betapa menyedihkannya jika ibu bekerja gagal mendidik anak, karena pekerjaan membuat buah hatinya kehilangan bekal masa depan. Yang akhirnya berujung pada ibu dan anak saling merasa kecewa.

Pada intinya, seorang ibu haruslah menjaga anaknya, berkumpul bersama, mengajarkan nilai-nilai penting terutama tentang moral kepada anaknya agar anak terjaga dari berbagai hal-hal negatif yang tidak diinginkan, misalnya putus sekolah. Apa artinya pekerjaan jika seorang anak tidak terdidik dengan baik yang ujung-ujungnya menggagalkan harapan seorang anak untuk masa depannya. Demikian artikel mengenai ibu bekerja gagal mendidik anak, semoga bisa memberikan pencerahan kepada para ibu untuk tidak menyia-nyiakan quality time-nya bersama anak.

Ibu Bekerja ASI Berkurang

Ibu bekerja ASI berkurang
Seorang ibu yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui alangkah lebih baik jika si ibu tersebut mengambil cuti untuk fokus terhadap pemberian ASI eksklusif untuk bayinya. Ibu bekerja ASI berkurang adalah dampak nyata yang terjadi bagi si bayi. Berkurangnya ASI disini bukan secara teknis, akan tetapi si ibu mempunyai waktu sedikit untuk memberi ASI kepada bayinya karena terlalu sibuk bekerja. Waktu untuk menyusui menjadi terganggu sehingga si ibu tersebut lebih sibuk terhadap pekerjaannya. Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh ibu untuk memenuhi kebutuhan ASI si bayi. Cara tersebut yaitu dengan melakukan penjadwalan menyusui dan membuat persediaan ASI eksklusif yang disimpan dalam kulkas.

ASI merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi agar si bayi mendapat kekebalan tubuh dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Kandungan yang terdapat di dalam ASI jauh lebih baik jika dibandingkan dengan susu formula dan ASI memiliki kandungan terbaik sebagai nutrisi otak. Dalam ASI terdapat kandungan yang sangat luar biasa untuk mencerdasakan si bayi, oleh karena itu pemberian asi harus diprioritaskan meskipun bagi ibu yang bekerja. Ibu bekerja ASI berkurang harus segera ditindaklanjuti dan pernah dibiarkan saja. ASI juga dapat memberikan efek seperti kedekatan emosional antara ibu dengan anak di kemudian hari. Pemberian ASI yang rutin juga secara psikologis akan mampu membangkitkan memori si bayi untuk mengenal lebih jauh sosok ibu dari mulai baunya dan gerak gerik si ibu walaupun pada saat masih bayi indera yang terdapat pada bayi belum berfungsi secara baik. Akan tetapi insting seorang bayi untuk mengenal ibunya cukup tinggi dan salah satunya melalui adalah pemberian ASI.

Seorang ibu yang lebih memprioritaskan kesehatan bayi akan rela mengorbankan pekerjaannya untuk mengurus bayi tersebut sampai beberapa bulan. Berilah ASI eksklusif dengan mengambil cuti kepada perusahaan, namun apabila perusahaan tidak mengijinkan carilah cara agar suplai ASI terhadap bayi terus terpenuhi. Ibu bekerja ASI berkurang tidak akan terjadi lagi apabila si ibu tersebut pandai dalam membagi waktu antara bekerja dan menyusui. Walau terkadang lelah, akan tetapi tugas mulia seorang ibu masih dapat dilakukan tanpa kendala.

Galaunya Ibu Ketika Harus Bekerja

Galaunya ibu ketika harus bekerja
Emansipasi wanita telah mengubah paradigma klasik dimana seorang wanita harus bisa berkompetitif dalam setiap bidang dan setara dengan lelaki. Begitu juga dengan urusan pekerjaan. Dalam sebuah rumah tangga, saat ini banyak wanita yang memiliki pekerjaan, bahkan dari segi pendapatan mereka mendapatkan jauh lebih besar dari suaminya. Galaunya ibu ketika harus bekerja memiliki beberapa faktor dari luar dan dalam. Faktor-faktor tersebut mengharuskan ibu untuk bekerja banting tulang demi mendapatkan penghasilan tambahan, namun ada hal yang harus dikorbankan ketika seorang ibu melakukan hal tersebut. Hal yang dikorbankan itu adalah waktu kebersamaan bersama anak dimana waktu kebersamaan bersama anak harus terbatasi karena si ibu terlalu sibuk bekerja sehingga si anak tersebut tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari seorang ibu meskipun semua materi telah tercukupi.

Materi yang berlimpah dan segala sesuatu dapat dibeli dengan uang tidak mampu menggantikan kebersamaan dengan anak dan keluarga. Hal ini sering menimbulkan galaunya ibu ketika harus bekerja karena pada dasarnya hati kecil mereka ingin memiliki waktu cukup bersama anak dan keluarga. Dilihat dari segi karir, wanita pekerja keras tentunya akan mendapatkan hasil yang maksimal seperti kenaikan jabatan dan finansial yang semakin baik. Namun sesibuk-sibuknya seorang ibu, mereka pasti akan memikirkan anaknya di rumah. Ketika sedang dalam menjalankan tugas, mereka pasti akan selalu memikirkan anaknya dirumah sedang apa, sudah makan atau belum, dan ingin bermain dengan anak, akan tetapi pekerjaan telah menyita waktu tersebut.

Jika melakukan survey terhadap beberapa wanita khususnya di Indonesia, kebanyakan wanita pasti akan memilih meluangkan banyak waktu bersama keluarga daripada sibuk dengan mengurusi pekerjaan. Namun pada kenyataannya, faktor ekonomi bisa merupakan penyebab galaunya ibu ketika harus bekerja dengan cukup keras. Si ibu terkadang tidak puas dengan penghasilan suami dan ingin mendapatkan penghasilan lebih untuk memperbaiki kondisi finansial keluarga yang membutuhkan banyak uang untuk keperluan rumah tangga. Hal ini sering dijumpai karena kebutuhan ekonomi yang semakin hari semakin meningkat dimana setiap pasangan dalam rumah tangga harus bahu membahu untuk mendapatkan penghasilan lebih.

Dilema Ibu Bekerja: Karir atau Anak Dalam Keluarga

Dilema ibu bekerja
Seorang ibu adalah navigator dalam sebuah rumah tangga, disamping seorang ayah yang memiliki peran sebagai kepala keluarga. Namun akhir-akhir ini seiring dengan gencarnya motto emansipasi wanita, beberapa masalah muncul seperti dilema ibu bekerja, antara karir atau anak dalam menjalani rumah tangga. Dilema ini sering muncul karena pada masa sekarang seorang wanita tidak hanya mengurus rumah tangga dan anak akan tetapi mereka juga memiliki peran sebagai salah satu yang mencari nafkah dalam keluarga. Saat ini peranan wanita di dalam keluarga telah mengalami perubahan seiring dengan perubahan jaman.

Jika melihat beberapa masa sebelumnya dimana fungsi seorang istri adalah sebagai pengatur rumah tangga yang mempunyai tugas mengurusi anak dan rumah, era globalisasi telah membuka mata para wanita untuk memiliki kesetaraan dengan suami. Dilema ibu bekerja, antara karir atau anak, jika dilihat dari segi budaya maka wanita akan memilih untuk mengurusi rumah tangga. Akan tetapi, pada era sekarang banyak wanita yang lebih memilih berkarir dengan tidak mengesampingkan kasih sayang terhadap anaknya. Ada poin positif dan negatif dari fenomena tersebut, akan tetapi sebaiknya seorang istri harus mempunyai porsi seimbang antara mengurusi karir dan mengurusi anak di rumah. Bagaimanapun juga, seorang anak membutuhkan kasih sayang yang sangat besar dari seorang ibu.

Berkarir bagi wanita jaman sekarang merupakan suatu ambisi karena mereka ingin keluar dari paradigma masa lampau yaitu hanya mengurusi dapur. Akan tetapi ada hal yang perlu diperhatikan yaitu mengenai perkembangan psikologis anak-anaknya. Seorang anak apalagi masih balita tentunya membutuhkan kasih sayang yang sangat besar dari seorang ibu. Dilema ibu bekerja, antara karir atau anak, harus disesuaikan dan diseimbangkan agar si anak tidak terlantar. Terlepas dari perubahan jaman, seorang ibu wajib untuk mengasuh dan memberikan kasih sayang terhadap anak agar tercipta hubungan emosional yang semakin dalam.

Panduan Menyusui untuk Ibu Bekerja

Panduan menyusui untuk ibu bekerja
Bagi Anda para ibu muda dan baru melahirkan, tentunya akan merasakan kesulitan ketika sedang menyusui, apalagi jika Anda adalah wanita karir. Panduan menyusui untuk ibu bekerja sangat penting agar si bayi tetap mendapatkan ASI eksklusif meskipun Anda sibuk bekerja.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengatur jadwal menyusui. Jadi, sebelum Anda berangkat untuk bekerja, sempatkan diri Anda untuk menyusui si bayi terlebih dahulu. Setelah itu Anda harus menyediakan ASI yang telah dimasukkan ke dalam botol dan disimpan di kulkas agar bayi tidak kelaparan saat Anda bekerja. Titipkan botol ASI tersebut kepada babysitter atau pengasuh yang menjaga bayi Anda.

Meskipun Anda bekerja, usahakan untuk tidak memberikan susu formula kepada bayi Anda. Meskipun banyak sekali saat ini produk susu yang menjelaskan kandungan yang bergizi bagi bayi, akan tetapi susu formula juga dapat memberikan dampak yang kurang sehat terhadap perkembangan kesehatan bayi.

Karena itulah penting bagi Anda untuk memahami tentang panduan menyusui untuk ibu bekerja agar si bayi tetap sehat walaupun sering ditinggal untuk bekerja. Ibu bekerja memang harus mengorbankan sebagian waktunya untuk memberikan perhatian khusus kepada si bayi meskipun hanya dalam bentuk meninggalkan ASI dalam botol selama ditinggal bekerja. Karena meskipun seorang ibu bekerja waktunya tersita untuk urusan pekerjaan, namun harus mau mengusahakan untuk tidak pernah menelantarkan si bayi dalam mendapatkan asupan ASI, agar kesehatan si bayi tetap terpantau sehingga si bayi tumbuh sehat dan normal.

Panduan menyusui untuk ibu bekerja yang lain adalah dengan mengajukan ijin cuti dalam bekerja. Maksud dari cuti ini bukan cuti full, akan tetapi lebih merekomendasikan untuk pulang lebih awal dan bekerja setengah hari. Dispensasi ini memang tidak mudah, namun anda harus mencoba untuk meminta keringanan tersebut, hal itu semata untuk memperhatikan kesehatan si bayi agar perkembangannya tetap terpantau oleh si ibu.

Cara Praktis ASI Eksklusif Bagi Ibu Bekerja

Cara praktis ASI eksklusif bagi ibu bekerja
Seorang ibu yang baru saja melahirkan tentunya mempunyai kewajiban untuk memberi ASI eksklusif bagi bayinya agar si bayi tetap terjaga kondisi tubuhnya dan si bayi tumbuh dengan baik. Namun bagaimana jika seorang ibu tersebut adalah wanita karir yang disibukkan dengan pekerjaan dan tidak mempunyai cuti banyak setelah melahirkan? Jawabannya adalah dengan menggunakan dot. Cara praktis ASI eksklusif bagi ibu bekerja dengan menggunakan dot adalah cara terbaik agar si bayi tetap mendapatkan suplai ASI eksklusif walaupun harus ditinggal ibunya bekerja. ASI dari seorang ibu yang sedang menyusui bisa dimasukan ke dalam sebuah dot sebelum berangkat bekerja dan dimasukan ke dalam kulkas agar tidak basi. Isilah beberapa dot tersebut untuk persediaan sehingga mencukupi kebutuhan ASI si bayi.

Setelah itu anda bisa menitipkan pada babysitter atau pengasuh anak Anda untuk memberikan ASI eksklusif tersebut ketika si bayi kelihatan mulai lapar. Cara praktis ASI eksklusif bagi ibu bekerja telah banyak dilakukan oleh banyak wanita karir untuk mencukupi kebutuhan ASI bagi bayinya. Wanita karir yang sangat sibuk tentunya tidak mempunyai waktu luang yang cukup untuk selalu memberikan ASI eksklusif langsung kepada bayinya. Kesibukannya akan membuat si ibu tersebut tidak dapat memberikan ASI eksklusif secara langsung setiap saat. Mereka (ibu menyusui yang berkarir) tidak dapat membagi waktu untuk memberikan ASI karena harus sibuk dengan tuntutan sebagai wanita karir dan harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang telah ditugaskan dari kantor atau perusahaan dimana si ibu tersebut bekerja.

Naluri seorang ibu tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi para anaknya, apalagi jika sedang dalam masa menyusui. Pada saat menyusui, seorang bayi sangat membutuhkan ASI eksklusif karena ASI eksklusif mengandung nutrisi yang sangat baik bagi perkembangan otak si bayi. Cara praktis ASI eksklusif bagi ibu bekerja dengan menggunakan dot merupakan solusi terbaik daripada dengan memberikan susu formula yang masih diragukan kemanfaatannya sekalipun produk tersebut bermerek terkenal. Kelebihan lain dari pemberian ASI adalah akan mendekatkan hubungan emosional si anak dengan ibu di kemudian hari sehingga akan terbentuk suatu ikatan emosional yang harmonis. Jadi, meskipun Anda wanita karir, selalu ada solusi bagi Anda yang memiliki bayi untuk selalu bisa memberikan ASI.