Monday, August 18, 2014

Seimbangkan Karir dan Rumah Tangga

Seimbangkan karir dan rumah tangga
Sebagai wanita karir yang telah berkeluarga, sudah seharusnya anda berusaha untuk seimbangkan karir dan rumah tangga Anda. Wanita yang terlanjur terjun dan jatuh cinta dengan dunia karir kerap dipusingkan oleh tuntutan pekerjaan dan tuntutan keluarganya. Untuk itu, seorang wanita karir harus pintar-pintar membagi waktu antara pekerjaan dan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Sebenarnya, ada beberapa cara agar Anda dapat menjalankan peran ibu rumah tangga dan seorang wanita karir secara bersamaan.

Yang pertama, fokus pada apa yang lebih penting dan sadarlah akan peran Anda. Apabila Anda tengah berada di tengah-tengah keluarga Anda, maka berperanlah sebagai seorang istri dan seorang ibu. Sedangkan ketika anda tengah berada di kantor, maka mainkanlah peran Anda sebagai wanita karir.

Yang kedua, mengatur waktu dan menentukan batasan-batasan. Hal ini akan sangat berguna bagi Anda. Tentukanlah batasan dimana Anda bisa melakukan pekerjaan, menerima telepon, menerima email, dan sebagainya. Jangan sampai waktu berkumpul bersama anggota keluarga menjadi terganggu akibat datangnya telepon dari kantor atau adanya tugas lemburan yang tiba-tiba. Jika benar-benar mendesak, maka mintalah ijin pada anggota keluarga Anda untuk menangani urusan kerja tersebut. Memang bukan hal yang mudah untuk bisa seimbangkan karir dan rumah tangga, namun bisa diusahakan.

Yang ketiga, dengan mengatur porsi kerja. Mengatur porsi kerja sangat dibutuhkan agar Anda tidak kewalahan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan menyelesaikan tugas kantor. Apabila terjadi kekacauan, sebaiknya Anda mengurangi porsi salah satunya. Jika anda lebih mencintai pekerjaan Anda, Anda bisa memperkerjakan pembantu rumah tangga untuk menggantikan sedikit tugas-tugas Anda di rumah. Dan jika anda lebih memprioritaskan keluarga, maka Anda bisa mengurangi jam kerja Anda.

Jika kantor tidak  bisa membantu Anda untuk seimbangkan karir dan rumah tangga dengan mengurangi jam kerja, maka alternatif terakhir adalah resign dan mencari tempat kerja lain yang lebih fleksibel dengan Anda. Jika memungkinkan, Anda bisa menjadikan pekerjaan Anda seperti sebuah partime-job. Dengan begitu, antara karir dan rumah tangga akan tetap seimbang karena meskipun bekerja, Anda tetap dapat mengurus suami dan anak-anak Anda.

No comments:

Post a Comment